Rantang Sehat Balita Stunting

Rantang Sehat Balita Stunting

Pemerintah Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi mengadakan kegiatan rantang sehat balita stunting yang dilaksanakan selama 30 hari yang dimulai tanggal 19 September sampai 18 Oktober 2022. Kegiatan yang dilaksanakan adalah berupa pembinaan dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita stunting. Untuk pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di rumah Sugiyono, kepala dusun Legundi 2. Pelaksana kegiatan ini adalah bidan desa bersama kader posyandu. Kegiatan rantang sehat balita stunting yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan gizi bagi balita dalam rangka penurunan angka stunting.

Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek atau jauh dari rata-rata anak lain di usianya. Stunting dapat  terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran.

Stunting pada anak dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, mulai dari faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi saat di dalam kandungan dan setelah lahir, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang normal anak. Melalui kegiatan rantang sehat balita stunting, diharapkan dapat menurunkan angka stunting pada balita di Desa Legundi.

Share and Enjoy !

Shares
Dapur Sehat Ibu Hamil

Dapur Sehat Ibu Hamil

LEGUNDI.NGAWIKAB.ID-Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek atau jauh dari rata-rata anak lain di usianya. Stunting dapat  terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran.

Stunting pada anak dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, mulai dari faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi saat di dalam kandungan dan setelah lahir, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang normal anak.

Berkaitan dengan hal itu, Pemerintah Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi mengadakan kegiatan Dapur Sehat Bumil KEK. Pelaksana kegiatan ini adalah bidan desa bersama kader posyandu. Dapur sehat bumil KEK merupakan salah satu kegiatan Pokja IV PKK yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan gizi bagi bumil dalam rangka penurunan angka stunting.

Pemerintah Desa Legundi mengalokasikan kegiatan ini bersumber dari Dana Desa yang dilakukan dalam waktu 30 hari. Melalui Dapur Sehat Bumil KEK ini, ibu hamil diberikan menu PMT yang telah disiapkan oleh kader.

Share and Enjoy !

Shares

NUTRISI IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

 

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek atau jauh dari rata-rata anak lain di usianya. Stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran.

Stunting pada anak dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, mulai dari faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi saat di dalam kandungan dan setelah lahir, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang normal anak.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Dr. dr. Diah Rumekti Hediati, Sp.OG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM dalam bincang santai RAISA Radio dengan Topik “Nutrisi Ibu Hamil Kaitannya dengan Stunting”, Selasa (1/3).

“Pencegahan stunting pada ibu hamil masih terus menjadi prioritas bagi pemerintah. Pasalnya, mencegah stunting pada anak perlu dilakukan sejak masa kehamilan. Anak yang mengalami masalah pertumbuhan sejak di dalam kandungan akan berisiko mengalami stunting pada saat balita kelak.”, ucapnya.

Menurut dokter Diah, ada beberapa cara untuk mencegah stunting yang dimulai saat masih dalam masa kehamilan. Yaitu, dengan memenuhi kebutuhan Nutrisi. Nutrisi Ini merupakan salah satu hal yang penting dilakukan guna mencegah stunting pada anak. Agar proses tumbuh kembang anak bisa berjalan dengan optimal, ia perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup di 1000 hari pertama kehidupannya, yakni sejak masih menjadi janin hingga usia sekitar 2 tahun.

“Selama hamil, pastikan Bumil mengonsumsi cukup makronutrien, seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Selain itu, Bumil juga perlu mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya vitamin dan mineral, yakni zat besi, asam folat, kolin, magnesium, yodium, zinc, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D.”, tambah dr. Diah.

Untuk mencukupi asupan nutrisi di atas guna mencegah stunting pada anak, Ibu Hamil perlu mengonsumsi beragam jenis makanan sehat bergizi seimbang, seperti ikan, telur, daging, seafood, kacang, biji-bijian, susu, keju, yoghurt, serta aneka buah dan sayuran.

Rutin melakukan pemeriksaan kandungan adalah hal yang tidak kalah penting dalam mencegah stunting pada anak. Pemeriksaan rutin selama kehamilan diperlukan untuk memantau tumbuh kembang janin, dan mendeteksi apabila terdapat masalah pada janin atau kesehatan Ibu Hamil.

Dengan demikian, dokter bisa melakukan penanganan lebih awal, agar anak tidak mengalami stunting dan menjaga kondisi kesehatan Ibu Hamil tetap baik. Kegiatan bincang Raisa Radio pagi ini dimoderatori oleh dr. Endah Rahmawati, MA, PhD.

sumber : http://fkkmk.ugm.ac.id

Share and Enjoy !

Shares
Inovasi Pasar Djadoel

Inovasi Pasar Djadoel

LEGUNDI.NGAWIKAB.ID-Salah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat adalah melalui kegiatan jual beli seperti yang dilakukan masyarakat yang salah satunya adalah di pasar. Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan pasar djadoel, yang setiap minggu legi menampilkan inovasi-inovasi.

Bila pada kegiatan-kegiatan sebelumnya lebih banyak menampilkan budaya-budaya Ngawi, untuk event berikutnya akan dilakukan penambahan kegiatan dengan menggandeng beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kolaborasi ini dalam rangka percepatan program-program pemerintah dari pusat hingga daerah.

Salah satunya adalah kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngawi. Kolaborasi dimaksud adalah pelayanan administrasi kependudukan yang akan dilaksanakan pada minggu (28/8/22) di lokasi Pasar Djadoel Taman Wisata Tawun.

Pelaksanaan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) di lokasi Pasar Djadoel akan dimulai pukul 06.30 WIB. Pelayanan Adminduk tersebut meliputi perekaman KTP-EI, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, Akta Kelahiran dan Akta Kematian.

Selain Disdukcapil, Pasar Djadoel juga dihadiri Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi dengan layanan perpustakaan keliling.

“Iya, selain ada layanan dari Disdukcapil, ada layanan juga dari Dinas Perpustakaan. Dalam rapat koordinasi memang berapa kali Dinas tersebut akan hadir di pasar jadul,” terang Seno staf Disparpora Kabupaten Ngawi yang membawahi Taman Wisata Tawun.

Selain berlibur, masyarakat juga bisa melakukan registrasi administrasi kependudukan secara gratis dengan membawa persyaratan adminitrasi yang diperlukan , seperti KK atau KTP.

Share and Enjoy !

Shares
Pelatihan Konvergensi Stunting Hari Kedua

Pelatihan Konvergensi Stunting Hari Kedua

LEGUNDI.NGAWIKAB.ID-Pemerintah desa Legundi kecamatan Karangjati kabupaten Ngawi mengadakan kegiatan pertemuan konvergensi stunting hari kedua pada Jum’at , 12 Agustus 2022 di balai desa. Hadir dalam kegiatan ini adalah tim narasumber dari UPT Puskesmas kecamatan Karangjati, bidan desa, kader posyandu, pengurus PKK,  ibu dan balita stunting.
Pada pertemuan hari kedua ini, Siti Muryani selaku sekretaris PKK yang merupakan perwakilan dari ketua TP PKK desa menyampaikan terimakasih.

” Terimakasih atas kerjasama semua pihak, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, dan bagi ibu balita, semoga apa yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat dipraktekkan di rumah,” terangnya.

Ririn selaku narasumber dari UPT Puskesmas kecamatan Karangjati menyampaikan mengenai deteksi dini tumbuh kembang balita. Pada materi ini, dia menyampaikan pentingnya mengenai pemeriksaan dini pada balita. Ibu balita harus selalu memeriksakan kondisi balita sehingga kondisi stunting bisa dicegah dan ditangani. Setiap bulan ibu balita bisa mengikuti kegiatan Posyandu balita di masing-masing dusun. Kegiatan hari kedua ini sekaligus menutup pertemuan konvergensi stunting di tahun ini.

Share and Enjoy !

Shares