Inovasi Pasar Djadoel

Inovasi Pasar Djadoel

LEGUNDI.NGAWIKAB.ID-Salah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat adalah melalui kegiatan jual beli seperti yang dilakukan masyarakat yang salah satunya adalah di pasar. Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan pasar djadoel, yang setiap minggu legi menampilkan inovasi-inovasi.

Bila pada kegiatan-kegiatan sebelumnya lebih banyak menampilkan budaya-budaya Ngawi, untuk event berikutnya akan dilakukan penambahan kegiatan dengan menggandeng beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kolaborasi ini dalam rangka percepatan program-program pemerintah dari pusat hingga daerah.

Salah satunya adalah kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngawi. Kolaborasi dimaksud adalah pelayanan administrasi kependudukan yang akan dilaksanakan pada minggu (28/8/22) di lokasi Pasar Djadoel Taman Wisata Tawun.

Pelaksanaan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) di lokasi Pasar Djadoel akan dimulai pukul 06.30 WIB. Pelayanan Adminduk tersebut meliputi perekaman KTP-EI, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, Akta Kelahiran dan Akta Kematian.

Selain Disdukcapil, Pasar Djadoel juga dihadiri Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi dengan layanan perpustakaan keliling.

“Iya, selain ada layanan dari Disdukcapil, ada layanan juga dari Dinas Perpustakaan. Dalam rapat koordinasi memang berapa kali Dinas tersebut akan hadir di pasar jadul,” terang Seno staf Disparpora Kabupaten Ngawi yang membawahi Taman Wisata Tawun.

Selain berlibur, masyarakat juga bisa melakukan registrasi administrasi kependudukan secara gratis dengan membawa persyaratan adminitrasi yang diperlukan , seperti KK atau KTP.

Share and Enjoy !

Shares
Pengumuman Lomba Video Pendek Sejarah Desa

Pengumuman Lomba Video Pendek Sejarah Desa

LEGUNDI.NGAWIKAB.ID-Panitia Lomba Video Pendek Menggali Sejarah Desa di Ngawi Melalui Cerita Tahun 2022 mengumumkan hasil penilaian pada Jum’at (22/7/22) di Pendopo Wedya Graha Ngawi. Adapun peserta yang dihadirkan adalah dengan penilaian 20 besar. Dalam pengumuman hasil pembuatan video pendek tersebut, juga dilanjutkan penyerahan reward berupa uang pembinaan kepada seluruh peserta yang lolos sebagai juara.

Rapat penilaian dilakukan pada Rabu (20/7/22) di Mini Command Center Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi oleh tim juri yang terdiri dari akademisi, budayawan, sejarawan, penulis buku dan praktisi jurnalistik.

Untuk wilayah Karangjati, ada 4 nominasi yang masuk 20 besar. Diantaranya adalah Desa Campurasri, Dungmiri, Sawo dan Brangol. Pada akhirnya, Desa Campurasri mendapat juara harapan III.

Hasil penilaian juri sebagai berikut:

  1. Desa Gemarang sebagai Juara I
  2. Desa Tanjungsari sebagai Juara II
  3. Desa Girikerto sebagai Juara III
  4. Desa Cangakan sebagai Juara Harapan I
  5. Desa Talang sebagai Juara Harapan II
  6. Desa Campurasri sebagai Juara Harapan III
  7. Desa Ngale sebagai Juara Harapan IV

“Saya kira persaingan memang sangat ketat, dan peserta juga bisa melihat melihat hasil karya kompetitor. Jadi penilaian ini fair sesuai dengan kualitas hasil video. Dan terpenting adalah potensi-potensi budaya kita terdokumentasi sebagai aset non fisik untuk generasi penerus,” terang Arbangi peserta dari Desa Cangakan.

Sementara, Desa Gemarang sebagai peraih Juara I sangat mengapresiasi lomba ini. Selain mampu menunjukkan potensi sumber daya manusia (SDM) desa, lomba ini juga menjadi promosi desa untuk daerah maupun nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Ngawi beserta yang terlibat atas terselenggaranya lomba ini. Selain sebagai juara, tentunya ini merupakan pembuktian bahwa SDM yang ada di Desa Gemarang mampu bersaing dengan kompetitor di Kabupaten Ngawi,” terang Ira dari tim pembuatan video asal usul Desa Gemarang.

Selanjutnya, Ira berharap bila ke depan masih diadakan lomba-lomba lain yang mampu mewadahi kreativitas pemerintah maupun masyarakat desa. Hal tersebut dimaksudkan untuk lebih menginspirasi desa maupun masyarakat dalam berinovasi.

“Dan mewakili tim, kami berharap pemerintah Kabupaten Ngawi terus mengadakan kegiatan serupa, agar mampu mewadahi kreativitas desa maupun masyarakat. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih pada pemerintah Kabupaten Ngawi maupun yang terlibat serta seluruh peserta dalam lomba kali ini,” lanjut Ira.

Share and Enjoy !

Shares
DPMD Ngawi gelar Bimtek Srigati

DPMD Ngawi gelar Bimtek Srigati

LEGUNDI.NGAWIKB.ID-Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mengadakan Bimtek pendalaman Aplikasi Srigati sekaligus mewujudkan Desa cinta statistik. Bimtek dilaksanakan di aula serbaguna kantor DPMD Kabupaten Ngawi pada Rabu (20/7/22).

Hadir dalam kegiatan ini adalah Kabid Pemdes DPMD Kabupaten Ngawi, Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Dinas Kominfo Kabupaten Ngawi, staf Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ngawi, pengurus Forum Operator Website Desa (Forwebsa) Kabupaten Ngawi perangkat desa dari peserta Desa Cinta Statistik.

Dalam sambutannya, Kabid Pemdes DPMD Kabupaten Ngawi menyampaikan bila statistik merupakan data penting yang harus diupdate setiap desa. Untuk ketersediaan data, sebenarnya desa di Kabupaten Ngawi sudah memilikinya, namun belum disusun seperti halnya desa digital.

“Sebenarnya ini sudah ada, akan tetapi belum tersusun secara rapi, Saya kira kalau kita mau tertib, itu akan memudahkan desa sendiri, akan memudahkan dalam pembangunan dan lainnya, jelas itu akan bermanfaat,” terang Arif Saifuddin Kabid Pemdes DPMD Kabupaten Ngawi.

Selanjutnya, Arif menyampaikan bila kepemilikan data itu menjadi sebuah kewajiban. Untuk itu, desa wajib mengoperasikan Aplikasi srigati dalam pelaksanaan pemerintahan desa.

“Seluruh desa harus memiliki informasi dan mandiri dalam data. Aplikasi Srigati nanti bisa membantu kita dalam melakukan pelayanan, penyimpan sekaligus juga Keterbukaan Informasi Publik,” lanjut Arif

Sebagai sarana penampung data, pelayanan digital dan penyampai informasi, aplikasi Srigati akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan di desa. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi.

“Kami dari Dinas Kominfo Kabupaten Ngawi akan terus melakukan komunikasi dengan DPMD Kabupaten Ngawi untuk pengembangan aplikasi Srigati menyesuaikan dengan kebutuhan. Dan tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan inovasi yaitu pengintegrasian data dengan organisasi perangkat daerah lainnya,” terang Ambar, Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Dinas Kominfo.

Sementara itu, BPS Kabupaten Ngawi melalui perwakilannya menyampaikan program Desa Cantik (cinta statistik) Tahun 2022. Untuk mengawali program tersebut BPS menunjuk 6 desa sebagai percontohan.

Selain itu, BPS sebagai pembina sektoral juga menginginkan bila pelaksanaan statistik akan dilakukan hingga tingkat atau level desa. Untuk hal tersebut BPS Kabupaten Ngawi akan melakukan tahap-tahap sebagai pembelajaran sebelum dilakukan pendataan di lapangan.

“Desa cantik adalah program di mana BPS sebagai pembina statistik sektoral. Jadi kita ingin sampai di level desa. Desa secara mandiri artinya mandiri itu perlu pembelajaran juga bisa paham statistik,” terang Is Subandi Priyatno Fungsional Pranata Komputer Ahli Muda.

Share and Enjoy !

Shares
BBPD Malang lakukan Pemanggilan Peserta Pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa dalam Keuangan

BBPD Malang lakukan Pemanggilan Peserta Pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa dalam Keuangan

LEGUNDI.NGAWIKAB.ID-Balai Besar Pemerintahan Desa di Malang akan menyelenggarakan Pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa Dalam Keuangan Desa pada tanggal 27 sampai dengan 30 Juni 2022 yang ditindaklanjuti dengan surat nomor:411.43/607/BBPD tanggal 16 Juni 2022 dan ditujukan kepada DPMD kabupaten Ngawi.
Selanjutnya DPMD kabupaten Ngawi menindaklanjuti dan menginformasikan kepada Camat agar kepala desa memerintahkan kepada kaur keuangan desa untuk mengikuti kegiatan tersebut sesuai daftar.
Sesuai undangan, sejumlah 24 orang mendapat panggilan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Adapun undangan tersebut terdiri dari kaur keuangan dari 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Ngawi.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bagi kaur keuangan dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan desa. Dalam hal ini, untuk wilayah Karangjati dilakukan oleh kaur keuangan desa Legundi dan Ploso Lor.

Share and Enjoy !

Shares
Fasilitasi Penyelenggaraan Adminitrasi Pemerintah Desa hari Terakhir

Fasilitasi Penyelenggaraan Adminitrasi Pemerintah Desa hari Terakhir

LEGUNDI.NGAWIKAB.ID-Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melakukan fasilitasi penyelenggaraan adminitrasi pemerintah desa melalui Aplikasi Srigati. Adapun pelaksanaan kegiatan adalah selama 4 hari, mulai 17-20 Mei 2022  bertempat di Gedung Kesenian Kabupaten Ngawi.

Hadir dalam kegiatan ini adalah tim dari DPMD Kabupaten Ngawi, narasumber dari PWI, Dispenduk, Diskominfo Kabupaten Ngawi dan perwakilan dari desa-desa pada hari ini, Jum’at(20/05). Sebagian besar, operator website desa mendapat perintah untuk mengikuti kegiatan ini. Untuk Desa Legundi apda kesempatan ini diwakili oleh Siti Muryani selalu operator website desa.

Materi pertama disampaikan oleh Kundari Pri Susanti dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ngawi yang membahas tentang jurnalistik. Selain tata cara membuat berita, dia juga menyampaikan pentingnya media desa atau website desa.

“Sebagai media desa, diharapkan dapat menyampaikan potensi desa agar dikenal masyarakat luas,” terangnya.

Materi selanjutnya adalah pemaparan dari Disdukcapil Ngawi. Disampaikan bahwa Dispendukcapil sudah tidak bisa mengeluarkan data kependudukan karena regulasi dari Kemendagri.

“Kemudian kita tidak memiliki kewenangan terkait dengan pengeluaran data penduduk, jadi hanya sebatas pelayanan.” terang Didik staf Disdukcapil Kabupaten Ngawi.

Diharapkan desa yang belum melakukan kerjasama, supaya segera melakukan kerjasama pemanfaatan data dengan Dispendukcapil.

Materi terakhir adalah fasilitasi pengenalan teknik menjalankan Aplikasi Srigati yang disampaikan oleh Tim dari Diskominfo Kabupaten Ngawi. Fitur-fitur yang ada di dalamnya disampaikan pemateri secara detail. Namun untuk memahami lebih jauh Aplikasi Srigati, DPMD maupun Diskominfo akan melakukan pelatihan khusus.

Share and Enjoy !

Shares
DPMD Ngawi Gelar Fasilitasi Penyelenggaraan Adminitrasi Pemerintahan Desa

DPMD Ngawi Gelar Fasilitasi Penyelenggaraan Adminitrasi Pemerintahan Desa

LEGUNDI.NGAWIKAB.ID-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Fasilitasi Penyelenggaraan Adminitrasi Pemerintahan Desa melalui Aplikasi Srigati (Sistem Informasi Desa Terintegrasi) yang diikuti oleh diikuti puluhan operator dari 5 kecamatan pada Kamis (19/05) di Gedung Kesenian Ngawi. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Sine, Widodaren, Karanganyar, Mantingan dan Pitu

Pada pelaksanaannya, materi tetap sama dengan hari sebelumnya. Materi-materi tersebut terkait pengelolaan Aplikasi Srigati maupun fitur-fitur yang ada di dalamnya, data kependudukan dan sistem kependudukan dan pedoman kejurnalistikan.

“Mewakili Pak Kadin, saya mengucapkan mohon maaf lahir batin karena ini masih bulan Syawal. Dan kita harapkan rekan-rekan operator nantinya konsentrasi memahami seluruh yang disampaikan pemateri, agar Aplikasi Srigati segera dioptimalkan di pemerintahan desa,” terang Joko dari DPMD Kabupaten Ngawi.

Dalam pengelolaan informasi pada Aplikasi Srigati, DPMD menghadirkan narasumber dari jurnalis. Hal itu dimaksudkan sebagai tambahan wawasan operator Aplikasi Srigati dalam pengelolaan informasi berbasis jurnalistik. 

“Fasilitasi kali ini kita hadirkan narasumber dari wartawan profesional. Dan masih seperti kemarin, narasumbernya dari ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ngawi,” lanjut Joko.

Pada materi jurnalistik, narasumber menyampaikan pentingnya pemilihan berita. Hal tersebut berkaitan dengan status Aplikasi Srigati sebagai sarana informasi pemerintah bukan media umum.

“Dalam pemberitaan melalui Aplikasi Srigati, operator harus bisa membedakan dan memilah berita karena ini media pemerintah. Jadi, berita yang akan disampaikan ke publik itu tidak seperti berita yang ada di media umum. Jadi berita harus di filter agar benar-benar berdampak positif pada pembaca,” terang Kundari Pri Susanti pemateri dari PWI Kabupaten Ngawi.

Sementara itu, pemateri dari Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ngawi menyampaikan sistem pengelolaan data terkait dengan penggunaan aplikasi SiAK maupun Web.portal. Ia berharap desa segera memanfaatkan aplikasi tersebut dengan mengajukan permohonan kerjasama ke Disdukcapil.

“Kita berharap desa-desa segera melaksanakan kebijakan pemerintah, tertib administrasi kependudukan melalui aplikasi. Bagi desa yang belum mengajukan kerjasama data dengan Disdukcapil untuk disegerakan, karena saat ini semua sudah serba digital, dan kita tidak boleh terlambat mengikutinya,” terang Didik dari Disdukcapil Kabupaten Ngawi.

Selanjutnya, Didik menyampaikan bila dispendukcapil mulai tahun 2018 sudah tidak bisa lagi mengeluarkan data by name by address. Hal tersebut didasari surat larangan dari Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen.

“Mulai tahun 2018, kita tidak bisa mengeluarkan data kependudukan by name by address karena Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan surat larangan melalui Dirjen,” lanjut Didik.

Sementara, sesi akhir fasilitasi diisi dengan materi penyampaian materi pengelolaan Aplikasi Srigati. Narasumber diisi dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Ngawi.

Share and Enjoy !

Shares