Menjemput Rejeki di Pagi buta

Menjemput Rejeki di Pagi buta

Adzan subuh berkumandang menandakan pagi telah tiba. Pagi hari merupakan awal untuk memulai aktifitas. Sekitar pukul 04.30 WIB suasana pagi masih sepi dan agak gelap , tampak beberapa ibu-ibu mengayuh sepeda . Bukan karena mereka mau gowes seperti yang saat ini lagi tren, akan tetapi mereka bersepeda untuk menuju areal persawahan.

Sebagian besar masyarakat Desa Legundi Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi bermata pencaharian sebagai petani. Musim tanam padi merupakan musim yang sering ditunggu ibu-ibu untuk memperoleh rejeki lebih dibandingkan hari-hari biasa. Karena pada musim ini, ibu-ibu dapat bekerja menanam padi atau biasa disebut tandur di beberapa pemilik sawah dalam satu hari. untuk orang Jawa, kegiatan ini sering disebut tandur karena tanamnya dengan cara mundur.

Ibu-ibu yang sedang menanam padi

Berdasarkan pengakuan Supi(39) dalam satu hari dia dapat berpindah di beberapa tempat, tergantung pemilik sawah yang mempekerjakannya. Di satu lahan persawahan biasanya dia akan mendapat upah sebesar Rp 25.000,00. Pemilik sawah biasanya akan menentukan jumlah orang yang akan dipekerjakan untuk menanam padi sesuai luas lahan yang akan ditanami.

Seperti pada pagi ini, Minggu(29/11) sejumlah 23 orang ibu-ibu tandur di persawahan milik Bagus(36), salah satu petani di Desa Legundi. Dalam sekali tanam di lahan sekitar 5 prapat(0,8 Ha) dia mempekerjakan ibu-ibu dengan cara rungkepan atau dobelan, sehingga masing-masing orang mendapat upah Rp 50.000,00. Selain ibu-ibu yang menanam padi, juga ada yang akan membantu ibu-ibu ini untuk membagikan benih padi yang akan ditanam atau biasa disebut tempah. Supaya hasil tanam tampak rapi, maka perlu diatur jarak tanam dengan menggunakan tali atau disebut kenur. Ibu-ibu dapat dengan mudah menanam padi karena kenur tersebut ditandai dengan tali rafia.

Walaupun berangkat di pagi buta, akan tetapi ibu-ibu sangat semangat untuk menjemput rejeki karena dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga. Selain itu, hanya pada musim tanam padi seperti ini saja mereka mendapatkan penghasilan yang lebih dari biasanya karena dapat berpindah di beberapa tempat.

Share and Enjoy !

Shares

PKK Desa Legundi adakan Pelatihan Perawatan Jenasah

Merawat jenasah dari memandikan sampai menguburkan harus dilakukan sesuai dengan sunnah yang telah ditentukan. Merawat jenazah adalah wajib bagi seluruh atau sebagian orang di sekitarnya saat mereka masih hidup. Ada beberapa tata cara yang harus dipenuhi dalam pengurusan orang yang sudah meninggal terutama untuk orang yang beragama islam. Biasanya yang merawat jenasah adalah keluarga terdekat. Akan tetapi banyak dari warga yang belum memahami tata cara perawatan jenasah. Terkadang juga masih ada rasa takut yang mungkin sebagian orang masih sulit dihilangkan.

Kegiatan Penyuluhan Perawatan Jenasah

Pada hari ini Senin (06/10/2020) PKK Desa Legundi mengadakan kegiatan pelatihan perawatan jenasah . Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Pokja 1 PKK Desa Legundi. Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh Pengurus PKK, Ibu kasun, serta ibu ketua RT dan RW-sedesa Legundi. Pelaksanaan kegiatan ini dilangsungkan di Balai Desa Legundi.

Ketua TP. PKK Desa Legundi memberikan sambutan

Kegiatan ini diawali dengan sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Legundi, Kartiyah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terimakasih kepada ibu-ibu yang telah menghadiri acara pada hari ini. Pelatihan perawatan jenasah ini sangat penting diikuti. Dalam kondisi pandemi seperti ini, masyarakat harus lebih hati-hati dan menerapkan protokol kesehatan. Adapun narasumber dari kegiatan pelatihan ini adalah Sugiyanto selaku modin Desa Legundi dan Ahmad Nasir . Selanjutnya narasumber menyampaikan mengenai tata cara perawatan jenasah mulai dari penataan kain kafan , memandikan mengkafani jenasah, hingga menguburkan. Peserta pelatihan memperhatikan dengan seksama penjelasan dari narasumber.

Pokja I PKK Desa Legundi mempraktekkan perawatan jenasah

Setelah memberikan penjelasan mengenai tata cara perawatan jenasah, selanjutnya anggota pokja I yang terdiri dari 5 orang anggota dengan dipandu narasumber mempraktekan proses mengkafani jenasah. Anggota kelompok pokja I tersebut memotong kain kafan sesuai arahan narasumber. Berbekal alat peraga boneka dan peralatan-peralatan digunakan dalam pelatihan perawatan jenasah ini. Sesekali pula dari peserta bertanya mengenai perawatan jenasah ini, dan selanjutnya narasumber langsung memberikan jawaban.

.
Dengan adanya pelatihan perawatan jenasah ini, diharapkan ibu-ibu tidak takut lagi dalam merawat jenasah, terutama jenasah perempuan. Sehingga pada saat membantu perawatan jenasah, ibu-ibu dapat langsung melaksanakan perawatan jenasah sesuai petunjuk yang disampaikan narasumber.

Share and Enjoy !

Shares

PKK serahkan masker kepada warga

Dalam rangka penanganan Covid 19, maka semua pihak harus bekerjasama dalam menanganinya. Pemerintah desa dan lembaga juga harus bersatu dan selalu mensosialisasikan protokol kesehatan di era new normal. Kehidupan normal bukan berarti hidup bebas tanpa peraturan. Akan tetapi hidup normal dengan tatanan baru dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan dalam penerapan protokol kesehatan di antaranya adalah memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengair dan menghindari kerumunan.

Penyerahan masker secara simbolis oleh Kepala Desa Legundi kepada Ketua TP PKK Desa Legundi

Pada hari ini, Pemerintah Desa Legundi menyerahkan masker secara simbolis kepada Ketua Tim Penggerak PKK Desa Legundi. Penyerahan bantuan masker ini dilaksanakan di Balai Desa Legundi. Acara di hadiri oleh ketua dan pengurus PKK serta anggota. Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terkait penanganan Covid 19, PKK Desa Legundi selanjutnya memberikan masker kepada masyarakat. Penyerahan masker kepada warga dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Legundi, Kartiyah. Beliau menyampaikan bahwa pemberian masker ini sebagai salah satu bentuk kepedulian PKK dalam penanganan Covid 19 kepada masyarakat.

Ketua TP PKK Desa Legundi menyerahkan masker kepada warga

Kegiatan yang dipelopori oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Legundi ini, dilaksanakan bersama istri perangkat Desa Legundi yang tergabung dalam PKK Desa Legundi. Para ibu-ibu PKK secara bergantian menyerahkan masker kepada warga. Pelaksanaan kegiatan ini dilangsungkan di RT 06 dan RT 07 RW 01. Dengan pemberian masker ini diharapkan semua masyarakat sadar dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Dengan kesadaran dan tindakan mematuhi protokol kesehatan, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan covid-19.

Share and Enjoy !

Shares

Tingkatkan Kemampuan Perempuan Melalui Pelatihan

Keberhasilan suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh perempuan. Perempuan mempunyai andil besar dalam  membentuk sebuah keluarga yang bermartabat. Lebih dari itu, perempuan juga mempunyai andil besar dalam kegiatan penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dan kelompok. Salah satu buktinya, bahwa perempuan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya dengan melakukan kegiatan usaha produktif rumah tangga. Usaha produktif yang dapat dilakukan perempuan bisa berwujud makanan atau barang yang dapat bernilai ekonomi. Perempuan juga dapat meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti kegiatan pembinaan ataupun pelatihan-pelathan dalam rangka meningkatkan kualitasnya.

Bertempat di Balai Desa Legundi, pada hari ini dilaksanakan Pelatihan merangkai bunga akrilik. Kegiatan ini diikuti oleh ibu ketua RT/RW sedesa Legundi serta ibu-ibu PKK Desa Legundi. Kegiatan ini merupakan program kegiatan PKK yang dilaksanakan  dalam rangka untuk meningkatkan Pemberdayaan masyarakat, terutama kaum perempuan.

Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari Ketua Tim Penggerak PKK, Kartiyah. Kegiatan ini dikandung maksud, supaya kaum perempuan bisa membuat keterampilan, sehingga ke depannya dapat meningkatkan pendapatan keluarga serta meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Dalam kesempatan ini keterampilan yang dilaksanakan adalah merangkai bunga akrilik. Pelatihan bunga akrilik ini dipilih karena memiliki kelebihan dibanding yang lain. Akrilik merupakan bahan keterampilan yang terbuat dari kristal dan plastik, sehingga tidak gampang pecah dan awet. Bunga akrilik selain tampilannya indah juga bernilai ekonomi.

Pelatihan ini dipandu oleh narasumber dari anggota PKK, Kegiatan ini diawali dengan pemberian bahan  pelatihan kepada peserta. Siti Muryani, selaku narasumber menyampaikan dan menjelaskan tentang alat dan bahan yang digunakan dalam pelatihan ini. Dibantu Herlin selaku narasumber 2 dan pokja 2 PKK, selanjutnya membagikan bahan pelatihan kepada peserta. Selain bahan, peserta juga dibekali dengan panduan merangkai bunga akrilik. Langkah demi langkah disampaikan oleh narasumber, sehingga peserta bisa lebih cepat memahami langkah pembuatannya.  Walaupun terkesan agak rumit, karena diperlukan kejelian mata dan ketelitian. Akan tetapi,  ibu-ibu sangat bersemangat sekali.

Dengan antusiasne yang tinggi, ibu-ibu dapat menyelesaikan dengan baik pelatihan ini. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah ibu-ibu dapat merangkai petal-petal akrilik menjadi bunga yang sangat indah. Pada akhirnya kegiatan ini ditutup dengan foto bersama dengan menampilkan hasil karya peserta pelatihan.

Share and Enjoy !

Shares
Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Sesuai dengan apa yang diamanahkan dalam Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintaan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Kabupaten Ngawi senantiasa meningkatkan penerapan SPBE atau E-Government ini. Salah satu wujud keseriusan tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Evaluasi Pengelolaan Website Desa se-Kabupaten Ngawi pada hari Rabu, 24 April 2019 mengambil tempat di Ngawi Command Centre Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi.

Acara dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Mas’ud, M.Si, M.Hum didampingi oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. Sutrisno, M.Si. Dalam isi sambutannya, Mas’ud menyampaikan tentang perubahan yang ada khususnya dalam pengelolaan informasi dan komunikasi pada zaman ini. Membandingkan pengelolaan informasi pada masa sebelumnya, Mas’ud melihat betapa pentingnya penguasaan teknologi, khususnya internet dan web dalam menyebarluaskan informasi secara efektif dan efisien.

Berbeda pada kegiatan sebelumnyam, pada kesempatan ini turut diundang dan hadir adalah para Kaur Keuangan dari masing-masing Desa. Hal ini terkait dengan implementasi Transparansi Informasi Publik di masing-masing Desa yang direncanakan akan diintegrasikan dengan aplikasi berbasis mobile. Artinya, informasi tentang APBDesa tidak hanya bisa dikonsumsi melalui media fisik seperti Baliho, Poster dan semacamnya. Namun di era digital ini, informasi tentang APBDesa juga dapat disaksikan melalui Smartphone publik.

Untuk materi yang diberikan pada kegiatan ini antara lain pembuatan berita, pengelolaan peta desa dan manajemen konten melalui smartphone. Materi dipandu oleh Lorensius Anang, ST.,MT beserta Tim Relawan TIK Karesidenan Madiun. Lorensius Anang sendiri sehari-harinya adalah Dosen Fakultas Teknik di Universitas Widya Mandala Madiun. Sebagai salah satu pegiat Relawan TIK, Lorensius Anang tak henti-hentinya memotivasi peserta latih untuk semangat mengelola website desa masing-masing.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kali kedua yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Ngawi bekerja sama dengan Relawa TIK (Karesidenan Madiun) yang diawali tepatmya pada tahun 2018 dengan melibatkan seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi sebagai peserta latih. Hasilnya, seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi telah memiliki website yang aktif dan dinamis meskipun bukan tanpa kendala. Mengingat kapasitas Ngawi Command Centre,  untuk menyasar seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi (213 Desa, 4 Kelurahan) kegiatan ini berlangsung selama 7 hari dengan jadwal setiap harinya menghadirkan 2 hingga 3 Desa.

 

Share and Enjoy !

Shares